Minggu, 25 Januari 2015

Revolusi Audio di Kabin Mobil [Video]

- Revolusi terus terjadi dalam hal budaya pengemudi atau penumpang dengan sistem audio yang ada di dalam mobil. Kini, sistem audio mobil bukan cuma sekedar untuk memutar CD atau mendengar siaran radio tetapi sudah jauh lebih canggih.
Termasuk budaya mendengarkan musik di kabin, kini sudah banyak yang langsungstreaming atau terkoneksi via internet. Gordon Borrell, pengamat industri media di Amerika Serikat mengatakan, posisi stasiun radio wilayah terancam saat ini. Bahkan, Borrell mengatakan kemungkinan besar setengah populasi radio di AS bisa punah dalam 10 tahun ke depan.

Perpindahan budaya ke era digital sudah lazim terjadi dan dalam hal sistem audio di dalam mobil, sudah berevolusi menjadi colokan USB, AUX in, atau radio satelit dan digital. Riset terbaru yang dikeluarkan CNET, menunjukkan bagaimana tren konsumsi musik di dalam mobil di AS. 

"Saya itu yang akan terjadi untuk Radio (dalam 10 tahun mendatang). Radio sempat punya audiens utama mendengarkan lantunan suara pada sore hari. Tapi, budaya itu musnah antara 1948-1962. Para pebisnis radio kemudian mulai kehilangan audiens di malam hari dan kini mencoba fokus menghibur di siang hari," beber Borrell.

Borrell melanjutkan, kondisinya saat ini industri radio tengah menghadapi perubahan yang signifikan. Kondisi dasbor mobil, sama ketatnya dengan industri televisi ketika stasiun penyiar saling bersaing mengejar rating tertinggi.

Tapi, meski sebagian besar stasiun radio akan musnah, tetap akan ada yang bertahan, terutama mereka yang disokong perusahaan besar. Radio komunitas dan kota-kota kecil juga diprediksi masih bertahan, tetapi di antara kedua segmen itu akan musnah.

Selasa, 20 Januari 2015

Model Termahal Porsche Ditargetkan Habis di Akhir 2014

Porsche berharap bisa menjual habis model termahalnya, 918 Spyder Hybrid pada awal Desember 2014. Melalui upaya ini, perusahaan akan memperoleh keuntungan yang cukup besar sebagai kompensasi ongkos peningkatan kapasitas produksi dan teknologi baru.
Keuntungan dari Porsche juga berpengaruh terhadap salah satu pemilik utama Volkwagen untuk memenuhi ambisnya menjadi produsen mobil terbesar di dunia, mengalahkan Toyota pada 2018.

Laba usaha Porsche pada kuartal ketiga tahun ini anjlok 12 persen menjadi 529 juta euro, karena biaya besar yang harus dikeluarkan guna ekspansi pabrik di Leipzig dan Zuffenhausen, Jerman. 

"Kami sudah mendekati garis finis," jelas Bernhard Maier kepada Reuters, Senin (10/11/2014), ketika ditanya soal penjualan model termahalnya, 918 Spyder Hybrid "plug in" yang dibanderol 768.026 euro (Rp 11,6 miliar). 

Porsche 918 Spyder pertama kali diperkenalkan di ajang Frankfurt Auto Show 2013 dan diproduksi hanya 918 sesuai namanya. Dibekali teknologi hibrida, Maier menjelaskan kalau permintaan terbesar datang dari kawasan Amerika Utara.

Saat ini, Maier mengatakan stok 918 Spyder tinggal tersisa dua digit kecil. Di Jerman, dengan penambahan opsional yang ditawarkan, banderol mobil sport ini bisa melesat lebih mahal lagi, mencapai 947.716 euro (Rp 14,35 miliar) untuk spesifikasi terlengkap.

Target
Porsche menargetkan penjualan bisa mencapai 200.000 unit lebih pada 2015, naik dari hasil 2013 yang hanya 162.000 unit. Lonjakkan ini diharap datang dari beberapa model andalan, seperti Macan, SUV kompak yang diluncurkan April 2014.

Dengan pertumbuhan pasar SUV, Porsche berencana menggunakan teknologi hibrida "plug in" pada beberapa model di segmen ini. Cayenne sudah lebih dulu diperkenalkan di Paris Motor Show, Oktober lalu dan diprediksi bisa menyumbang penjualan hingga 10 persen terhadap total. Model hibrida lain, adalah Panamera juga diharapkan menyubang porsi yang sama.

"Ketertarikan (dalam teknologi hibrida) tumbuh cukup stabil," jelas Maier, menandai kalau generasi terbaru, model ikon 911 bisa jadi berteknologi ramah lingkungan nantinya.

Pada Oktober saja, penjualan Porsche naik 18 persen menjadi 15.820 unit. Hasil ini sekaligus mendongkrak performa penjualan dalam 10 bulan pertama tahun ini menjadi 151.462 unit naik 14 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Kamis, 15 Januari 2015

Marquez Kembali Bawa Pulang BMW M4 Coupe



Marc Marquez resmi menyandang gelar juara dunia MotoGP 2014. Prestasi lain pebalap Repsol Honda ini adalah pemilik pole position terbanyak selama satu musim yakni 13 kali. Catatan itu diganjar hadiah BMW M4 Coupe yang disediakan oleh BMW sebagai mitra resmi MotoGP.

BMW M Award adalah program BMW buat pebalap dengan peraih pole position terbanyak dalam satu musim. Pemenangnya berhak membawa pulang model sport BMW M4 Coupe dengan tambahan aksesoris ekstra.

Jalinan kerja sama BMW-MotoGP dimulai sejak 2003. Poin penilaian pararel dengan sistem yang digunakan di MotoGP, jadi semakin sering memeroleh predikat tercepat di kualifikasi, maka peluang memenangkan kompetisi cukup besar. Tahun lalu, Marquez juga berhasil memenangkan BMW M Award, dengan pencapaian sembilan kali pole position sepanjang musim.

"Mengetahui hadiah ini langsung memberikan motivasi khusus ketika balapan. Saya benar-benar menyukai BMW M4 Coupe dan tentu saja saya akan menikmati saat mengendarainya," jelas Marquez seperti dilansir Worldcarfans, Selasa (11/11/2014).

M4 Coupe yang dibawa pulang pebalap asal Spanyol ini berkelir Individual Frozen Red Metallic dan interior unik dengan lapisan kulit Merino Opal White dan trim Ash Grain White aksen kayu. Dipersenjatai mesin 3,0 liter TwinPower Turbo enam silinder berdaya 431 tk dan torsi 550 Nm. Mesin terkoneksi dengan transmisi M kopling ganda dan catatan akselerasi 0-100 kpj dalam  4,1 detik.

Sabtu, 10 Januari 2015

Ini Pagani Huayra untuk Konsumen China

Versi edisi terbatas dari mobil super Pagani Huayra, bernama Dinastia, akan diperkenalkan di China. Model ini dirancang khusus buat penggemar mobil super di negara Tirai Bambu tersebut.

Rancangan Dinastia tetap menggunakan basis dasar dari Huayra, hanya diproduksi tiga unit saja dan dipasarkan oleh Pagani China Automotive Limited (PCAL) sebagai distributor Pagani di China dan Macau.
Pemilihan desain grafis dari Dinastia dilakukan oleh Horacio Pagani dengan memilih perpaduan warna emas, biru dan merah. Ada juga aksen naga yang melintang di bodi dan kabin mobil.

Tidak ada perbedaan jantung pacu pada Dinastia Special ini, dan masih menggunakan mesin V12 turbo ganda berkapasitas 6,0 liter yang dikembangkan oleh AMG (Divisi Performa Mercedes-Benz).

Mesin mampu menyemburkan daya mencapai 700 tk dan torsi mencapai 1.000 Nm. Mobil super asal Italia ini punya catatan akselerasi 0-100 kpj hanya dalam 3,3 detik dan menembus top speed mencapai 370 kpj.

Senin, 05 Januari 2015

Mercedes Ancam Mundur bila F1 Pakai Mesin V8

Perdebatan tentang penggunaan mesin mobil balap Formula 1 kembali mencuat. Kali ini tim Mercedes F1 mengancam mundur dari ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia tersebut bila kembali menggunakan mesin lawas V8.
Perdebatan mesin mobil ini muncul dengan argumen biaya tim F1 serta argumen terpisah tentang pengembangan mesin baru. Bos F1, Bernie Ecclestone, menunjukkan kekuasaannya dengan menyatakan penentangan penggunaan mesin baru V6.

"Kita perlu mengubah peraturan. Kami akan mencoba untuk menyingkirkan mesin V6 ini. Mesin V6 bukan untuk mobil Formula 1," kata Bernie Ecclestone seperti dilansir Sky Sports, Minggu (9/11/2014).

Mantan pebalap Inggris yang sudah berusia 84 tahun tersebut bukan tanpa dukungan. Beberapa pelaku F1 dan pecinta jeritan mesin V8 juga menyatakan hal yang sama. Ecclestone juga didukung oleh promotor yang mengaku kehilangan banyak fans setelah menggunakan mesin V6.

Ancaman Mercedes 
Mercedes sedang menikmati era kesuksesan dengan mengandalkan mesin V6 pada dua mobil balapnya yang dikendarai Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Mercedes juga menjadi pemasok mesin dominan di F1, dan bersaing dengan Renault dan Ferrari yang kewalahan mengejar Mercedes.

Bos Mercedes, Niki Lauda, memperingatkan bahwa bila F1 membawa kembali mesin V8, maka akan ada konsekuensi mengejutkan dari timnya. Indikasinya adalah pabrikan asal Jerman ini bakal mundur dari ajang balap jet darat tersebut. "Jika kembali menggunakan V8, Mercedes akan hilang," tegas Lauda.

Sabtu, 20 Desember 2014

Jaguar Langka Milik Sultan Brunei Dilelang

 Bagi Anda kolektor mobil klasik, ada barang bagus yang ditawarkan Lelang Silverstone, di ajang Lancaster Insurance Classic Motor Show, di Brimingham, Sabtu (15/11/2014) mendatang. Barang tersebut adalah satu unit Jaguar XJ220 milik Sultan Brunei dalam kondisi prima.
Mobil ini diproduksi "hand built" oleh TWR Jaguar di Oxford, pada 1994 lalu. Unit kemudian dikirim ke Brunei atas pesanan spesial dari anggota keluarga Sultan Brunei. Mobil bermerek Inggris ini menjadi koleksi pribadi sultan sampai September 2002, dengan jarak tempuh baru 9.656 km.

Jaguar langka ini kemudian kembali ke Inggris dan menjadi salah satu properti perusahaan pemasar champagne, baru kemudian diakuisisi pemilik saat ini. Keaslian mobil ini juga sudah mendapat sertifikasi dari MoT dan direstorasi oleh spesialis mobil koleksi Don Law Racing di Staffordshire. Tapi, nyaris tidak ada perbaikan yang dilakukan, karena mobil ini sangat jarang digunakan pemilik-pemilik sebelumnya.

Perbaikan yang dilakukan hanya pengecatan ulang dan bagian interior yang dirapihkan. Bagi yang berminat, estimasi harga mobil bersejarah ini berkisar 200.000-220.000 pound atau setara Rp 3,85 miliar - Rp 4,24 miliar.

"Mobil yang sangat langka ini merupakan supercar paling terfavorit sepanjang zaman. Ini merupakan contoh konkret, sebuah sejarah dengan jarak tempuh yang rendah, penampilan desainnya masih menarik dan terlihat apik meski berusia 25 tahun," jelas Nick Whale, Direktur Pelaksana dari Lelang Silverstone, dilansir Carscoop (10/11/2014).

Jaguar merakit hanya 281 unit XJ220s dalam tiga tahun. Mobil ini dibekali mesin 3.5 liter, V6, turbo ganda, menghasilkan tenaga hingga 542 tk. Akselerasinya 0-96 kpj bisa ditempuh hanya dalam 3,5 detik dengan kecepatan puncak mencapai 343 kpj.

Ferrari Enzo Bekas Tabrakan Dijual Rp 4,58 Miliar

 Bagi Anda yang mimpi mau punya salah satu model Ferrari yang paling diminati kolektor, Enzo, ada kesempatan menarik. Salah satu rumah situs lelang copart.com yang berkantor pusat di Dallas, Amerika Serikat melego satu unit Ferrari Enzo dengan banderol 376.000 dollar AS atau Rp 4,58 miliar. Tapi, mobil ini dalam kondisi "cacat" karena bekas kecelakaan di jalan!

Harga baru bisa mencapai 2.364.969 dollar AS alias Rp 28,8 miliar dan merupakan edisi terbatas. Ferrari hanya memproduksi 400 unit Enzo periode 2002-2004, jadi seluruh model yang ada di dunia sekarang ini merupakan barang koleksi.

Kerusakkan Enzo "cacat" yang ditawarkan oleh rumah lelang terbilang cukup berat. Bagian bodi samping kanan hampir semuanya baret, pilar "c" lepas, pelek pecah, dan beberapa kerusakan lain. 

Jika diestimasi, restorasi mobil sport ini mencapai 870.612 dollar AS atau Rp 10,6 miliar, artinya lebih mahal dari banderol yang ditawarkan. Bicara kondisi mesin, mobil ini terbilang prima, karena jarak tempuh yang tertera pada oddometer baru menunjukkan 2.215 mil (3.564 km).

Enzo dibekali mesin 6.0 liter, V12, menawarkan tenaga hingga 651 tk pada 7.800 rpm dan torsi puncak 657 Nm pada 5.500 rpm. Kemampuan melesat 0-100 kpj bisa diraih dalam 3 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 355 kpj.